Konsep Hayatuddunya dalam al-Qur’an: Analisis Tafsir Ruh al-Maani dan Perspektif Saintifik
DOI:
https://doi.org/10.54801/3wbqjv06Keywords:
Kehidupan, Tafsir Ruh al-Maani, Tafsir SaintifikAbstract
Kehidupan merupakan salah satu tema utama dalam Al-Qur’an yang mencerminkan keteraturan dan kebijaksanaan Ilahi dalam mencipta alam semesta. Sejumlah penelitian terdahulu telah menelaah konsep al-ḥayāh (kehidupan) dari sisi teologis dan linguistik, namun kajian yang secara mendalam mengintegrasikan tafsir klasik dengan temuan sains modern masih jarang dilakukan. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya pembacaan interdisipliner yang mampu menjembatani makna wahyu dengan pemahaman ilmiah tentang sistem kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kehidupan dalam Al-Qur’an melalui analisis Tafsir Ruh al-Maani karya al-Alusi dan mengaitkannya dengan teori-teori modern dalam biologi molekuler dan fisika planet. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis tafsir tematik (mawḍū’ī) serta pendekatan tafsir saintifik. Data primer bersumber dari Ruh al-Maani, sedangkan data sekunder berasal dari literatur ilmiah kontemporer yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Alusi memahami kehidupan sebagai sistem keteraturan yang diatur oleh sunatullah, dengan air, keseimbangan bumi, dan energi cahaya sebagai prasyarat keberlangsungan hidup. Penafsiran tersebut selaras dengan teori modern mengenai asal-usul dan keberlangsungan kehidupan yang menekankan peran air, stabilitas planet, dan energi matahari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Ruh al-Maani menawarkan model integratif antara wahyu dan ilmu pengetahuan, yang tidak hanya memperkaya studi tafsir saintifik, tetapi juga memperluas horizon epistemologi Islam dalam memahami kehidupan sebagai manifestasi keesaan dan kebijaksanaan Allah.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ahmad Rizqi, Taufik Warman Mahfuzh

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


