Analisis Semiotika NFT (Non-Fungible Token) Cryptopunks Berdasarkan Konten Komunikasi Visual

Authors

  • sekar kinanti Institut Agama Islam Persis Bandung
  • Enjang AS UIN SGD Bandung
  • Moch Fakhruroji UIN SGD Bandung

DOI:

https://doi.org/10.54801/jisscdiksi.v2i2.205

Keywords:

NFT, cryptopunks, komunikasi visual

Abstract

Tahun 2021 merupakan tahun yang progresif untuk Non-Fungible Token (NFT) ditandai dengan meningkatnya antusias jual beli dari berbagai NFT di pasar (marketplace) blockchain. Jumlah kasus penggunaan NFT juga semakin meningkat kian harinya dan mengingat teknologi ini relatif baru, sehingga banyak ruang yang masih belum dieksplorasi. Untuk saat ini ranah utama dari penggunaan NFT adalah sebagai barang seni, koleksi, item dalam game dan dunia virtual.

Salah satu pionir dan penggerak industri ini adalah Cryptopunks. Project ini diluncurkan pada 2017 oleh pendiri Larva Labs Matt Hall dan John Watkinson. Cryptopunks adalah sebuah asset digital non-fungible (NFT) dalam jaringan Ethereum yang terinspirasi dari skena punk Di London. Pengenalan CryptoPunks mendorong pengembangan token ERC-721. CryptoPunks sendiri terdiri dari 10.000 karakter dan fitur unik yang berfokus pada gaya punk 8-bit. Masing-masing dari aset ini memiliki fitur dan aksesori uniknya sendiri dan tidak ada yang sama satu dengan yang lain. Terlepas dari kurangnya utilitas dari NFT ini, namun nilai proyek dan ekosistem NFT (Non-Fungible Token) melebihi $1,95B (€1,60B), menurut perkiraan para peneliti di Institute For the Future (IFF) di Universitas Nikosia.[1]

Hal demikian  memunculkan banyak pertanyaan salah satunya adalah apa yang mendasari kepopularitasan dari proyek ini? Hal ini tentu layak untuk dikaji mengutip dari Antonis Polemitis, Direktur IFF dan CEO University of Nicosia (UNIC) mencatat: "NFT sudah menjadi industri multi-miliar dolar, kami percaya bahwa, dari waktu ke waktu, NFT akan diperluas dari seni dan koleksi untuk mewakili berbagai aset, layanan, dan komunitas.”

 

Downloads

Published

31-08-2023

How to Cite

Analisis Semiotika NFT (Non-Fungible Token) Cryptopunks Berdasarkan Konten Komunikasi Visual. (2023). JOURNAL OF ISLAMIC SOCIAL SCIENCE AND COMMUNICATION (JISSC) DIKSI, 2(2), 99-108. https://doi.org/10.54801/jisscdiksi.v2i2.205